Ibu Jana Temukan Kemudahan Menabung Lewat Layanan Jemput Tabungan BMT NU Jatim

Admin
21 September 2026
288 x dilihat


Jember – Kebiasaan menabung tidak selalu dimulai dari jumlah yang besar. Bagi Ibu Jana (61), warga Tegal Batu, Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk, Jember, menyisihkan sebagian hasil jualan rujak lontong menjadi langkah sederhana untuk mempersiapkan kebutuhan hidup di masa mendatang.


Sebelum mengenal BMT NU Cabang Jelbuk, Ibu Jana mengaku tidak pernah menabung di lembaga keuangan mana pun. Hasil usaha sehari-harinya lebih sering disimpan secara sederhana, seperti di celengan bekas atau bahkan di bambu plafon rumah.


Kebiasaan tersebut mulai berubah setelah Ibu Jana melihat aktivitas petugas BMT NU yang setiap hari menjemput tabungan anggota dari rumah ke rumah.


Ketertarikannya semakin kuat setelah mendapat ajakan dari tetangganya yang juga rutin menabung di BMT NU dengan layanan jemput tabungan.


“Saya melihat petugas setiap hari menjemput tabungan di depan rumah. Dari situ saya tertarik untuk ikut menabung di BMT NU,” ungkap Jana.


Sebagai pedagang rujak lontong, Ibu Jana berusaha menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung. Menurutnya, kebiasaan tersebut membuat hasil kerja kerasnya tidak hanya habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki simpanan yang dapat digunakan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.


Ibu Jana mengaku bersyukur bisa mengenal BMT NU Jawa Timur Cabang Jelbuk. Ia merasa terbantu karena dapat menabung secara perlahan sesuai dengan kemampuan dari hasil usaha yang dijalankannya.


“Saya bersyukur dan merasa terbantu dengan adanya BMT NU. Dari hasil dagang, saya bisa menyisihkan sedikit demi sedikit untuk disimpan, sehingga nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan hidup,” tuturnya.


Kesungguhan Ibu Jana dalam menabung juga mendapat apresiasi dari Kepala BMT NU Cabang Jelbuk, Muhammad Firdaus. Menurutnya, semangat Jana menjadi gambaran bahwa kebiasaan menabung dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk masyarakat yang menjalankan usaha sederhana.


“Saya sebagai kepala cabang sangat mengapresiasi kesungguhan Ibu Jana untuk menabung di BMT NU Cabang Jelbuk. Dengan kesederhanaan dan kesabarannya dalam menjalani hidup, beliau tetap berusaha menyisihkan hasil dagangannya untuk ditabung,” ujarnya.


Ia menambahkan, Ibu Jana merupakan seorang janda yang menjalani kehidupannya seorang diri. Karena itu, kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan menjadi hal penting untuk membantu mempersiapkan kebutuhan di kemudian hari.


Bagi BMT NU Jawa Timur, kisah Ibu Jana menjadi salah satu gambaran bahwa layanan keuangan yang dekat dengan masyarakat dapat membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mulai membangun kebiasaan menabung.


Ibu Jana pun berharap keberadaan BMT NU Jawa Timur dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


“Semoga BMT NU ke depannya semakin berkembang dan terus mengayomi perekonomian rakyat. Harapannya, BMT NU terus bermanfaat bagi seluruh kalangan dan terus bersinergi dengan kaum Nahdliyin,” harapnya.


Kisah Ibu Jana menunjukkan bahwa menabung tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar. Dari usaha sederhana dan dilakukan secara konsisten, sedikit demi sedikit dapat menjadi simpanan yang berarti untuk membantu menghadapi kebutuhan di masa mendatang.


Bagikan:

Berita Lainnya