Spesial Bulan Maulid, BMT NU Jatim Berangkatkan 178 Jamaah Umrah dalam Empat Kloter

Admin
21 August 2026
212 x dilihat


Jawa Timur – Momentum istimewa bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, KSPP Syariah BMT Nuansa Umat Jawa Timur kembali memberangkatkan jamaah umrah ke Tanah Suci. Sebanyak 178 jamaah diberangkatkan dalam empat kali pemberangkatan, yakni pada 14, 15, 18, dan 21 Agustus 2026.


Prosesi pelepasan jamaah dilaksanakan di Graha NUansa Gapura, Kabupaten Sumenep, dan dipimpin oleh KH. Raji Fawaid Baidlawi. Para jamaah akan langsung menuju Kota Madinah untuk memulai rangkaian perjalanan ibadah umrah.


Direktur Utama BMT NU Jatim, H. Masyudi Kanzillah, menyampaikan bahwa keberangkatan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah panggilan Allah SWT. Menurutnya, para jamaah harus memantapkan hati dan mempersiapkan diri untuk menjadi tamu Allah dan Rasulullah.


“Para jamaah adalah tamu Allah dan Rasulullah atas panggilan Allah. Karena itu, tata niat dan mantapkan hati untuk menjadi tamu Allah,” pesan H. Masyudi kepada para jamaah.


Beliau juga mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga adab dan tata krama selama berada di Madinah maupun Mekah. Sebagai tamu Allah dan Rasulullah, jamaah diharapkan mampu menjaga sikap, memperbanyak ibadah serta tidak menyia-nyiakan waktu selama berada di Tanah Suci.


H. Masyudi kemudian membimbing para jamaah membaca talbiyah secara bersama-sama. Beliau menjelaskan bahwa talbiyah merupakan salah satu bacaan utama yang senantiasa mengiringi perjalanan ibadah jamaah di Tanah Suci.


“Jangan sia-siakan waktu selama berada di Tanah Suci. Perbanyak membaca Al-Qur’an, memohon ampunan kepada Allah, memperbanyak shalawat dan doa,” tuturnya.


Selama berada di Madinah, jamaah akan menjalani masa tinggal selama tujuh hari. Jamaah diharapkan memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, baik shalat fardlu maupun shalat sunnah, serta melakukan ziarah ke makam Rasulullah SAW.


Khusus saat berada di Raudlah, jamaah diimbau memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Raudlah dikenal sebagai salah satu tempat yang mulia dan disebut sebagai bagian dari taman surga.


Selain rangkaian ibadah, jamaah juga akan mendapatkan kesempatan mengunjungi sejumlah lokasi, di antaranya Perpustakaan Al-Qur’an dan Jabal Magnet.


Setelah tujuh hari di Madinah, perjalanan dilanjutkan menuju Mekah untuk menjalankan rangkaian ibadah umrah. Jamaah akan tinggal selama tujuh hari di Mekah dan dianjurkan memperbanyak shalat di Masjidil Haram.


H. Masyudi mengingatkan jamaah untuk memanfaatkan kesempatan berada di tempat suci tersebut dengan sebaik-baiknya.


“Carilah tempat yang bisa langsung melihat Ka’bah agar mendapatkan rahmat langsung dari Allah. Perbanyak shalat di Masjidil Haram dan manfaatkan setiap waktu untuk beribadah,” pesannya.


Beliau mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya mendoakan diri sendiri, tetapi turut mendoakan keluarga, sahabat, BMT NU, Nahdlatul Ulama serta bangsa Indonesia agar senantiasa mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.


“Mohon doakan sahabat, keluarga, BMT NU, Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia agar senantiasa dilindungi oleh Allah,” imbuhnya.


Di akhir sambutannya, H. Masyudi Kanzillah mendoakan seluruh jamaah agar diberikan kesehatan, kelancaran dan kesempurnaan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.


Beliau berharap seluruh jamaah dapat kembali ke Tanah Air dengan membawa pengalaman spiritual yang mendalam serta memperoleh predikat umrah yang maqbul.



“Semoga para jamaah diberikan kesehatan, kelancaran dan kesempurnaan dalam melaksanakan ibadah di Tanah Suci, serta pulang membawa predikat umrah yang maqbul,” pungkasnya.


Sebagai informasi, pemberangkatan 15 dan 16 Agustus merupakan paket 16 hari, 19 Agustus paket 17 hari dan 21 Agustus paket 23 hari.


Bagikan:

Berita Lainnya