Menanam Kepercayaan, Menuai Kesuksesan: Kisah Moh. Sukron Bersama BMT NU Jatim

Situbondo - Kesuksesan sebuah usaha sering kali berawal dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh keyakinan. Kisah itulah yang dialami Moh. Sukron (43), warga Dusun Dawuhan RT 002 RW 006, Desa Wonokoyo. Berkat kemitraannya dengan KSPP Syariah BMT Nuansa Umat Jawa Timur, ia berhasil mengembangkan usaha pertaniannya hingga memiliki lahan bawang lebih dari satu hektare dan menjadi penjual bibit bawang.
Sebelum menjadi petani bawang yang sukses seperti sekarang, Sukron hanya memiliki pembiayaan awal sebesar Rp5.000.000 dari BMT NU Cabang Kapongan. Saat itu, ia masih bekerja sebagai tukang bangunan sambil menggarap satu petak lahan untuk menanam sayur gambas atau oyong.
Perjalanan usahanya mulai mengalami perubahan pada Oktober 2019. Saat itu, BMT NU menawarkan fasilitas top up pembiayaan sebesar Rp10.000.000. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Sukron untuk mulai menanam bawang di lahan seluas dua petak. Keputusan itu menjadi titik awal berkembangnya usaha pertanian yang kini menjadi sumber penghidupan keluarganya.
Kerja keras, ketekunan, dan pengelolaan usaha yang baik membuahkan hasil. Pada tahun 2022, Sukron telah memiliki modal usaha mencapai Rp400 juta. Kini, selain menjadi petani bawang dengan lahan lebih dari satu hektare, ia juga dipercaya sebagai penjual bibit bawang yang melayani kebutuhan para petani di daerahnya.
Meski usahanya telah berkembang pesat, Sukron tetap mempertahankan kemitraannya dengan BMT NU. Baginya, keberhasilan yang diraih saat ini tidak lepas dari dukungan permodalan yang diberikan sejak awal.
"Saya tetap bermitra dengan BMT NU karena tidak lupa bahwa awal kesuksesan usaha saya dimulai dari pembiayaan BMT NU," ungkapnya.
Kepala BMT NU Cabang Kapongan, Anis Zayyadi turut mengapresiasi perkembangan usaha yang diraih Sukron. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembiayaan syariah mampu memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi anggota.
"Saya selaku Kepala Cabang sangat senang melihat perkembangan usaha anggota BMT NU. Ini menjadi bukti nyata kemanfaatan permodalan dari BMT NU sekaligus keberkahan pembiayaan syariah yang mampu mendorong usaha anggota terus berkembang. Selain itu, beliau juga menjadi contoh pengusaha yang berhati-hati dalam mengelola bisnisnya. Beliau mengetahui kapan harus menambah lahan, kapan mengurangi, bahkan kapan harus beristirahat sejenak dari usaha tani bawang sesuai kondisi pasar," tuturnya.
Selama menjadi anggota, Sukron mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan BMT NU Jawa Timur. Menurutnya, keramahan dan nuansa kekeluargaan selalu terasa meskipun telah beberapa kali terjadi pergantian petugas di kantor cabang.
"Pelayanan BMT NU tetap konsisten. Meski petugas berganti, keramahan dan suasana kekeluargaannya tetap sama. Saya merasa nyaman dan tidak pernah canggung saat bertransaksi," katanya.
Di akhir testimoninya, Sukron berharap BMT NU Jawa Timur terus mempertahankan pelayanan yang cepat, ramah, dan penuh kepedulian kepada anggota.
"Tetap jaga pelayanan BMT NU. Keramahan dan pelayanannya yang cepat membuat saya bertahan dan setia menjadi anggota. Semoga BMT NU terus berkembang dan semakin bermanfaat bagi seluruh anggota," pungkasnya.