Refleksi 22 Tahun Perjuangan, BMT NU Jatim Gelar Resepsi Hari Jadi

Jatim — KSPP Syariah BMT Nuansa Umat Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-22 dengan menggelar resepsi secara serentak di 116 kantor cabang yang tersebar di berbagai daerah. Untuk kantor pusat, resepsi dipusatkan di halaman Kantor Pusat BMT NU Jawa Timur pada Rabu (1/7/2026) malam.
Mengusung semangat kebersamaan dan rasa syukur, rangkaian acara diawali dengan salat Maghrib berjamaah sesuai waktu setempat. Selanjutnya, menyaksikan pemutaran video pemenang lomba video kreatif Hari Jadi ke-22, dilanjutkan pembacaan 22.222 Shalawat Nariyah, Ratibul Haddad, penyampaian pesan Direktur Utama, serta taujihat wal irsyadat yang disampaikan Rais Syuriah maupun Pengawas di masing-masing kantor cabang.
Direktur Utama BMT NU Jawa Timur, H. Masyudi Kanzillah, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi tahun ini sengaja dikemas secara sederhana namun tetap sarat makna dan dilaksanakan serentak di seluruh kantor cabang.
"Pada malam ini, 116 kantor cabang melaksanakan resepsi Hari Jadi BMT NU Jawa Timur ke-22 secara bersamaan. Kesederhanaan bukan mengurangi makna, tetapi menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui," ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa perayaan Hari Jadi secara besar-besaran dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Karena itu, pada tahun 2027 mendatang BMT NU Jawa Timur akan menggelar Gebyar Hari Jadi di Kabupaten Situbondo yang akan dihadiri sekitar 1.200 pengelola dari seluruh kantor cabang BMT NU Jawa Timur.
"Kami berharap pada 1 Juli 2027 seluruh pejuang BMT NU dapat berkumpul di Situbondo untuk merayakan perjalanan dan semangat perjuangan bersama. Seluruh pengelola merupakan mesin penggerak yang membawa BMT NU terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Anggota Pengawas Pusat BMT NU Jawa Timur, Kiai Syahid Munawar, mengajak seluruh pengelola untuk mengenang perjalanan awal berdirinya BMT NU pada tahun 2004. Saat itu, H. Masyudi dipercaya sebagai ketua, didampingi sekretaris yang merangkap sebagai bendahara, Kiai Darwis. Dengan segala keterbatasan, mereka memulai perjuangan tanpa kantor yang memadai dan fasilitas yang sangat sederhana.
Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan keyakinan mampu mengubah keraguan menjadi keberhasilan. Ia mencontohkan ketika pada tahun 2012 muncul gagasan mendirikan Swalayan NU. Saat itu, sebagian pengurus MWC NU meragukan rencana tersebut. Namun, keraguan itu terjawab ketika Swalayan NU Gapura 1 resmi diluncurkan dan berhasil mencatat pendapatan sekitar Rp27 juta pada hari pertama operasionalnya.
"Itu menjadi jawaban bahwa dengan ikhtiar, kesungguhan, dan kepercayaan, cita-cita besar dapat diwujudkan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Syahid menegaskan pentingnya membangun ekosistem ekonomi yang kuat dengan menghadirkan produsen, distributor, dan konsumen yang memiliki komitmen ideologis dalam membangun kemandirian ekonomi umat.
"Hari ini, ekonomi yang benar-benar menopang ekonomi kerakyatan adalah KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur. Kehadiran BMT NU di lingkungan MWC NU merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi ekonomi bagi masyarakat," tuturnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa nilai dasar Nahdlatul Ulama adalah memberi manfaat kepada sesama. Karena itu, seluruh pengelola diharapkan terus menanamkan semangat melayani, berjuang, dan mengabdi dalam setiap langkah.

"Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan umur yang panjang, kesehatan, dan kekuatan kepada kita semua untuk terus menjalankan amanah serta mengembangkan BMT NU Jawa Timur demi kemaslahatan umat," pungkasnya.
Resepsi Hari Jadi ke-22 ini menjadi momentum memperkuat rasa syukur, mempererat ukhuwah antar pengelola, sekaligus meneguhkan komitmen BMT NU Jawa Timur untuk terus tumbuh sebagai lembaga keuangan syariah yang menghadirkan manfaat, membangun kemandirian ekonomi umat, dan menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di Jawa Timur.