BMT NU Jatim Resmi Hadir di Kedungdung dan Sokobanah, Jadi Cabang untuk Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga NU

Admin
24 August 2026
211 x dilihat


Sampang – KSPP Syariah BMT Nuansa Umat Jawa Timur kembali memperluas kiprahnya dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Senin pagi, 24 Agustus 2026, BMT NU Jawa Timur resmi melaunching Cabang Kedungdung yang menjadi cabang ke-118 dan Cabang Sokobanah sebagai cabang ke-119 di Kabupaten Sampang.


Pembukaan BMT NU Cabang Kedungdung dan Sokobanah merupakan bentuk sinergi antara BMT NU Jawa Timur dengan MWC NU yang mendapat restu dari PCNU Sampang. Kehadiran lembaga keuangan syariah tersebut diharapkan mampu menjadi sarana penguatan ekonomi masyarakat, khususnya warga Nahdliyin di Kecamatan Kedungdung dan Sokobanah.


Acara launching dihadiri jajaran pengurus MWC NU beserta pengurus ranting dan badan otonom (banom), Forkopimda, serta masyarakat sekitar. Kegiatan juga dirangkai dengan santunan anak yatim.


Suasana semakin meriah dengan penampilan seni pencak silat dari kader Banser Pagar Nusa Kedungdung yang sebelumnya telah meraih berbagai penghargaan dalam sejumlah ajang.


Ketua MWC NU Kedungdung, K.A. Robik Jaizi, S.IP., M.Si., menyampaikan rasa syukur setelah melalui proses panjang hingga akhirnya BMT NU dapat hadir di Kecamatan Kedungdung.


“Setelah sekian lama berusaha membuka BMT NU, akhirnya tahun ini bisa dibuka sebagai cabang ke-118. Semoga menjadi manfaat bagi masyarakat NU di Kedungdung,” ujarnya.


Menurutnya, keberadaan BMT NU tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan dakwah melalui jalur ekonomi.


Beliau mengajak seluruh masyarakat Kedungdung untuk memiliki rasa memiliki terhadap BMT NU Cabang Kedungdung. Sebab, menurutnya, lembaga tersebut merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian ekonomi warga NU.


“Sembilan dari sepuluh pintu rezeki adalah melalui perdagangan. Karena itu, saya yakin BMT NU Kedungdung ini akan menjadi dakwah kita bersama melalui jalur ekonomi warga NU,” katanya.


Beliau menambahkan, sebanyak 18 ranting NU di wilayah Kedungdung telah lama menantikan hadirnya BMT NU. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat.


“18 ranting kami sangat menunggu-nunggu launching ini. Bukan hanya SHU yang kami harapkan, tetapi juga barokahnya,” tuturnya.


Sementara itu, Direktur Utama BMT NU Jawa Timur, H. Masyudi Kanzillah, mengatakan gerakan ekonomi melalui Baitul Maal wat Tamwil (BMT) memiliki landasan sejarah dalam praktik ekonomi umat Islam.


“Gerakan membuka Baitul Maal ini sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Oleh karena itu, bertepatan dengan momentum Muktamar NU dan Maulidurrasul, kami membuka BMT NU ke-118, yakni BMT NU Cabang Kedungdung,” jelasnya.


H. Masyudi berharap kehadiran BMT NU dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengelola hasil usaha dan perdagangan. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan BMT NU sebagai tempat menyimpan sekaligus mengembangkan dana secara aman dan sesuai prinsip syariah.


“Harapannya, uang hasil perdagangan masyarakat tidak lagi khawatir hilang karena disimpan di rumah, tetapi bisa dititipkan di BMT NU Jawa Timur,” katanya.


Sementara itu, BMT NU juga meresmikan kantor cabang di Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang yang berlangsung dengan khidmat.


Ketua MWC NU Sokobanah menyampaikan bahwa BMT NU bukan hanya sekadar lembaga keuangan namun juga sebagai wasilatul Khidmah ekonomi keummatan Nahdlatul Ulama.


"BMT NU milik Warga Nahdiyin sehingga masyarakat diharapkan mendukung terhadap BMT NU dengan menjadi anggota BMT NU.

Target Pengelola 1 Rumah 1 Rekening, agar menjadi BMT NU terunggul di Jawa Timur, semoga BMT NU bermanfaat" dawuhnya.


Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH. Samsuddin Hasan Basri, menyambut baik hadirnya BMT NU Cabang Kedungdung. Beliau berharap BMT NU mampu menjadi lembaga simpan pinjam yang memberikan pelayanan berdasarkan prinsip syariah.


Menurutnya, ajaran Islam tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ibadah di masjid, tetapi juga mencakup hubungan sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat.


“Islam bukan hanya urusan di masjid, tetapi juga bagaimana kita berinteraksi secara sosial dan menciptakan muamalah yang sesuai dengan syariah,” ujarnya.



Launching BMT NU Cabang Kedungdung dan Sokobanah menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi masyarakat setempat. Dengan dukungan MWC NU, ranting, banom, serta masyarakat, BMT NU diharapkan mampu menjadi pusat layanan keuangan syariah sekaligus menjadi bagian dari perjuangan membangun kemandirian ekonomi warga NU.


Acara kemudian ditutup dengan pemotongan pita di pintu depan BMT NU kedua cabang tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah seluruh undangan.


Bagikan:

Berita Lainnya