Pulang dari Rantau, Ibu Sugi Bangkit Membangun Usaha Bersama BMT NU Jatim

Situbondo – Kerja keras, ketekunan, dan kemampuan mengelola keuangan menjadi kunci bagi Ibu Sugi Hartatik, warga Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, dalam mengembangkan usaha toko peracangan miliknya. Perjalanan panjang yang pernah dilaluinya sebagai buruh migran di Malaysia kini berbuah manis setelah ia berhasil membangun usaha mandiri di kampung halaman.
Sebelum memiliki toko yang berkembang seperti saat ini, Ibu Sugi sempat merantau ke Malaysia untuk mencari penghasilan sekaligus memperbaiki kondisi perekonomian keluarga. Bertahun-tahun menjalani kehidupan sebagai pekerja migran di negeri orang, ia tekun menyisihkan penghasilannya sebagai bekal untuk membuka usaha setelah kembali ke tanah air.
Setelah memutuskan pulang ke Situbondo, tabungan yang dikumpulkannya selama merantau kemudian digunakan sebagai modal awal membuka toko peracangan di Desa Bugeman. Usaha tersebut dijalani dengan penuh ketekunan. Namun, dalam proses mengembangkan usaha, keterbatasan modal dan pengelolaan keuangan menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Harapan untuk mengembangkan usahanya mulai menemukan jalan ketika Ibu Sugi bergabung menjadi anggota dan penabung aktif di BMT NU Jawa Timur Cabang Kendit Situbondo.
Melalui kemitraan tersebut, Ibu Sugi memperoleh kemudahan dalam mengelola keuangan sekaligus akses pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah. Tambahan modal yang diperoleh kemudian dimanfaatkan untuk menambah stok barang dagangan sehingga kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi dengan lebih lengkap.
Perlahan tetapi pasti, toko peracangan miliknya terus berkembang. Dari usaha sederhana, kini toko tersebut memiliki bangunan yang lebih modern dengan pilihan barang dagangan yang semakin beragam. Keberadaannya pun menjadi salah satu pusat pemenuhan kebutuhan pokok bagi masyarakat di Desa Bugeman dan sekitarnya.
Bagi Ibu Sugi, perkembangan usaha yang dirasakan saat ini bukan sekadar pencapaian secara ekonomi, tetapi juga menjadi buah dari proses panjang yang telah dilaluinya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa bergabung dengan BMT NU Cabang Kendit. Perjalanan dari Malaysia dulu rasanya terbayar lunas setelah usaha toko peracangan saya bisa berkembang pesat seperti sekarang ini,” ungkapnya penuh haru.
Ia menuturkan, kemudahan menabung, pembiayaan berbasis syariah, serta pendampingan yang diterimanya turut membantu dalam mengembangkan usaha dan menjaga kestabilan ekonomi keluarga.
“Berkat bimbingan, kemudahan menabung, dan pinjaman yang syariah dari BMT NU, toko saya makin maju dan ekonomi keluarga jauh lebih stabil. Terima kasih BMT NU, semoga semakin berkah dan sukses untuk masyarakat luas,” tambahnya.
Kisah Ibu Sugi menjadi gambaran bahwa usaha kecil dapat terus tumbuh ketika dikelola dengan tekun dan didukung pengelolaan keuangan yang tepat. Kemitraan dengan lembaga keuangan syariah juga dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya.
Rasa syukur tersebut disampaikan Ibu Sugi saat mendapat kunjungan langsung dari Manager Area Situbondo bersama Kepala Cabang dan para Pengelola BMT NU Jawa Timur Cabang Kendit, pada Jumat (11/9/2026).
Bagi BMT NU Jawa Timur, kisah para anggota seperti Ibu Sugi menjadi bagian dari semangat untuk terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya pelaku usaha, melalui layanan keuangan syariah yang mudah, amanah, dan memberikan manfaat.
Dari pengalaman merantau hingga mampu membangun usaha di tanah kelahiran, perjalanan Ibu Sugi menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu datang secara instan. Dengan kerja keras, keberanian mengambil peluang, serta pengelolaan keuangan yang baik, usaha yang dirintis dari bawah dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan sekaligus membawa keberkahan bagi keluarga.