Menepis Trauma, Ibu Suyatun Tata Masa Depan Bersama BMT NU Jatim

Trenggalek - Kepercayaan adalah sesuatu yang tidak mudah dibangun, terlebih bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman pahit dalam urusan keuangan. Hal itulah yang dirasakan Suyatun (42), warga RT 37 RW 19 Dusun Bangunsari, Desa Pule, Kabupaten Trenggalek, yang kini menjadi salah satu penabung aktif di KSPP Syariah BMT Nuansa Umat Jawa Timur Cabang Pule. Bersama sang suami, Sarli, Suyatun menjalankan usaha bengkel motor dan mobil yang berada di tepi jalan raya.
Kesibukan pengelola BMT NU yang setiap hari melintas di depan bengkelnya sambil menawarkan layanan tabungan akhirnya membuka pintu kepercayaan yang selama ini tertutup. Pada Mei 2026, pasangan tersebut resmi bergabung menjadi penabung aktif di BMT NU Jawa Timur.
Menurut Suyatun, keputusan menabung dilandasi kesadaran akan pentingnya mempersiapkan masa depan keluarga. Meski usaha bengkel saat ini berjalan dengan baik, ia menyadari bahwa kondisi ekonomi tidak selalu dapat diprediksi.
"Siapa yang bisa menjamin usaha akan selalu ramai? Karena itu kami merasa perlu memiliki tabungan sebagai persiapan jika suatu saat kondisi berubah," ungkapnya.
Kepala BMT NU Cabang Pule, Nurhadi menjelaskan bahwa perjalanan membangun kepercayaan Suyatun bukanlah hal yang mudah. Sebelum berdirinya BMT NU Pule, MWC NU Pule pernah bekerja sama dengan salah satu badan usaha. Saat itu, Suyatun dan suaminya turut membeli 20 lembar saham senilai Rp100.000 per lembar.
Namun, usaha tersebut mengalami kebangkrutan sehingga banyak jamaah berharap modal yang telah ditanam dapat dikembalikan.
Kondisi itu membuat Suyatun dan suaminya kehilangan kepercayaan terhadap pengelolaan keuangan di lingkungan NU Pule.
"Setiap kali kami menawarkan untuk menabung atau meminjam di BMT NU Pule, jawaban beliau selalu sama, yaitu belum bisa percaya. Alhamdulillah, berkat kegigihan dan pendekatan yang terus kami lakukan, akhirnya beliau bersedia menjadi penabung aktif dengan nominal setoran harian yang cukup besar," jelas Nurhadi.
Setelah merasakan langsung layanan BMT NU, Suyatun mengaku puas. Menurutnya, sistem jemput tabungan sangat memudahkan, tidak ada biaya administrasi, dan anggota juga memperoleh bagi hasil.
Meski demikian, pengalaman masa lalu membuatnya tetap menyimpan rasa waspada. Ia berharap seluruh pengelola BMT NU Jawa Timur senantiasa menjaga amanah dan integritas dalam menjalankan tugas.
"Saya berharap para pengelola selalu berhati-hati dalam bertransaksi. Jangan sampai mengambil barang atau uang yang bukan menjadi haknya. Kepercayaan anggota harus terus dijaga," pesannya.
Sebagai penabung yang pernah mengalami trauma finansial, Suyatun juga berharap BMT NU segera menghadirkan layanan BMT NU-Q secara optimal. Menurutnya, aplikasi tersebut akan memberikan rasa aman karena anggota dapat memantau saldo kapan saja sekaligus mempermudah berbagai transaksi secara digital.
Kisah Suyatun menjadi bukti bahwa kepercayaan dapat tumbuh kembali melalui pelayanan yang konsisten, transparan, dan penuh kesungguhan. BMT NU Jawa Timur tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan syariah, tetapi juga berupaya membangun hubungan yang dilandasi amanah sehingga mampu mengembalikan keyakinan masyarakat untuk menata masa depan keuangan bersama.