Istiqamah Menabung, Sri Mulyati Kini Mampu Produksi Tempe dengan 2.5 Kuintal Kedelai

Sampang – Kesungguhan dalam menabung dan ketekunan mengembangkan usaha menjadi kunci bagi Sri Mulyati, warga Jalan Samsul Arifin, Kabupaten Sampang. Perempuan berusia 52 tahun tersebut telah menjadi anggota KSPP Syariah BMT Nuansa Umat Jawa Timur Cabang Sampang Kota selama kurang lebih enam tahun.
Sehari-hari, Sri Mulyati menjalankan usaha produksi tempe. Ketertarikannya bergabung dengan BMT NU bermula ketika salah seorang pengelola BMT NU Cabang Sampang Kota melakukan pemasaran di Pasar Sampang.
Saat itu, Sri Mulyati tertarik dengan layanan dan kemudahan yang ditawarkan BMT NU. Ia kemudian meminta pengelola tersebut untuk bersilaturahmi ke rumahnya karena ingin mendaftarkan diri sebagai anggota sekaligus menabung secara rutin setiap hari.
Sejak bergabung, Sri Mulyati merasakan kemudahan melalui layanan Jemput Tabungan. Menurutnya, layanan tersebut sangat membantu karena dirinya tetap bisa menabung meskipun dengan nominal kecil tanpa harus meninggalkan aktivitas usaha.
“Pelayanannya sangat memuaskan. Walaupun menabung dengan nominal kecil, petugas tetap istiqomah datang menjemput tabungan. Sampai sekarang sudah berjalan sekitar enam tahun saya bergabung di BMT NU dan saya tetap setia menjadi anggota,” ungkap Sri Mulyati.
Tidak hanya memberikan kemudahan dalam menabung, keberadaan BMT NU juga menjadi bagian dari perjalanan perkembangan usaha tempe yang dijalankannya. Jika sebelumnya Sri Mulyati hanya menghabiskan sekitar satu kuintal kedelai untuk produksi tempe, kini kebutuhan bahan bakunya meningkat hingga mencapai 2,5 kuintal kedelai.
Perkembangan tersebut juga diikuti dengan bertambahnya tenaga kerja. Kepala BMT NU Cabang Sampang Kota, Moh. Mukmin, mengapresiasi kesungguhan Sri Mulyati dalam menabung sekaligus mengembangkan usahanya.
“Saya sangat mengapresiasi kesungguhan Ibu Sri Mulyati dalam menabung dan mengelola usahanya. Ini menjadi contoh nyata atas kerja keras beliau. Pada awal tahun 2020, beliau hanya bekerja berdua bersama suaminya. Sekarang sudah memiliki lima orang karyawan,” ujar Moh. Mukmin.
Menariknya, komitmen Sri Mulyati terhadap BMT NU juga turut dirasakan oleh para karyawannya. Hingga saat ini, seluruh karyawan yang bekerja di usaha tempe miliknya juga menjadi anggota dan menabung di BMT NU Jawa Timur Cabang Sampang Kota.
Bagi Sri Mulyati, kebiasaan menabung bukan hanya tentang menyisihkan uang, tetapi juga membangun kedisiplinan dan mempersiapkan masa depan. Ia mengaku bersyukur dapat menemukan lembaga keuangan yang memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhannya sebagai pelaku usaha.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada BMT NU karena sudah memberikan pelayanan yang memudahkan kami untuk menabung. Semoga BMT NU Jawa Timur terus memberikan kemanfaatan dan istiqqmah memberikan pelayanan terbaik untuk para anggota,” harapnya.
Kisah Sri Mulyati menjadi gambaran bahwa kebiasaan sederhana untuk menabung secara rutin dapat berjalan beriringan dengan ikhtiar mengembangkan usaha. Dari produksi satu kuintal kedelai, kini usahanya mampu menyerap hingga 2,5 kuintal kedelai, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi lima orang karyawan.
BMT NU Jawa Timur melalui layanan Jemput Tabungan terus berupaya hadir lebih dekat dengan anggota, memberikan kemudahan dalam menabung serta mendukung masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.